Pandangan Iman Terhadap Menghalangi Sesuatu Dari Jalan Umum

Dari Abu Hurairah ra., katanya, Rasulullah SAW. bersabda, “Iman itu mempunyai lebih dari 70 cabang (menurut riwayat lain mempunyai 77 cabang), cabang yang paling utama ialah kalimat laa ilaha illallah, dan yang paling rendah ialah menyingkirkan duri dari jalan. Malu juga merupakan salah satu cabang iman.

Cabang iman yang tertinggi ialah tauhid laa ilaha illallah. Ini menunjukan bahwa iman/tauhid merupakan derajat yang paling tinggi. Tauhid merupakan hal terpenting dalam semua aspek.

Sedangkan cabang iman yang paling rendah ialah menyingkirkan sesuatu dari jalan yang dapat merintangi kaum muslimin. Cabang iman lainnya adalah diantara kedua derajat ini.

Adapun cabang iman yang lain, tidak perlu diketahui secara terperinci tetapi cukup secara umum saja. Sebagaimana beriman kepada para Malaikat itu sangat penting, tetapi tidak perlu mengetahui nama semua Malaikat beserta perinciannya.

Para Pensyarah Kitab Bukhari menjelaskan kandungan yang terdapat dalam hadits diatas bahwa iman yang sempurna itu mempunyai tiga bagian, yakni tashdiq bil qolbi (meyakini dalam hati), diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan anggota badan.

Sedangkan amalan dengan anggota badan ini terbagi menjadi tiga bagian yakni, pertama: berhubungan dengan niat, aqidah dan amalan hati. Kedua : yang berhubungan dengan lisan. Ketiga : yang berhubungan dengan seluruh anggota badan.

Bila kita kembali ke judul diatas, apa pandangan seorang muslim bila ada orang atau muslim juga menghalangi atau menghambat hak orang lain untuk lewat, sementara itu adalah jalan umum.

Apakah bisa disebut tidak beriman?

Karena menyingkirkan duri ditengah jalan yang dapat menyakiti atau menghambat orang lewat merupakan cabang iman terendah.

Perbuatan menghambat atau mengha-langi orang lewat di jalan umum melanggar hak-hak orang banyak. Bisa digolongkan diluar cabang iman (tidak beriman).

Diantara pengguna jalan umum ada yang mempunyai hajat atau keperluan mendesak seperti sakit, melahirkan atau lainnya dengan kendaraan ambulans mungkin, jika terhalang tentu sangat menderita. Wallahu a’lam.
(Ide penulisan dari Laporan Refleksi Akhir Tahun 2017, Polres Musi Rawas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *