Tentang Berbohong

KEBOHONGAN memiliki keterkaitan dengan kepercayaan diri dan keselamatan jiwa. Saat kepercayaan diri terancam seseorang akan dengan mudah berbohong.

Orang kerap berbohong secara refleks keti-ka berbicara, mirip dengan perilaku membual. Kita bisa menemukannya dalam praktik hidup sehari-hari, terutama pada kabar-kabar yang menurut kita menarik.

Dalam chat WhatsApp, atau postingan berita di media sosial, komentar adalah sikap personal yang kadang ditelan sebagai kebenaran. Menambahkan detail yang tidak ia ketahui supaya dianggap paham atau mengerti sebuah subjek informasi.

Kebohongan, lahir karena banyak orang yang ingin diterima dan membuat orang lain terkesima pada diri kita. Kita membuat dan menyebar kebohongan agar diterima dan membuat orang lain menjadi suka.

Rasulullah saw. bersabda : “Hati-hatilah kalian dan tinggalkanlah kebohongan itu, karena pasti kebohongan membawa kepada kebobrokan, dan kebobrokan pada agama akan membawa kedalam api neraka, dan jika seseorang berbohong bahkan menjadikan sebagai kebiasaan, maka Allah akan mencatat ia sebagai seorang pembohong, maknanya Allah akan biarkan semasa hidupnya sebagai seorang yang pembohong.

Berbohong adalah suatu kehinaan dan kekufuran serta sifat yang sangat buruk dan ia bagian kemunafikan dan kekufuran.

Seyogyanya kita termasuk penulis berupaya memelihara diri dan saling mengingatkan supaya jangan berbohong. Amiin.
Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *