Bab Kepada Ulama Dan Adab-adabnya

Keutamaan

  1. Orang-orang sholeh itu dalam jaminan Allah. Siapa yang mengganggu mereka, akan dituntut oleh Allah SWT. (HR. Muslim)
  2. Jangan meremehkan ulama atau orang sholeh. Barangsiapa meremehkan orang sholeh, lenyaplah (keutamaan) akheratnya. (Sofyan bin Uyainah Ra.)
  3. Jangan sekali-kali membenci ulama sholeh. Barangsiapa memusuhinya, Allah menyatakan perang dengannya. (HR. Bukhari)

Mendatangi ulama

  1. Barangsiapa menziarahi ulama dengan ikhlas karena Allah, maka ia akan diseru, “Selamat bagimu. Selamat perjalananmu, dan selamat menjadi penduduk Surga”. (HR. Tirmidzi)
  2. Barangsiapa duduk bersama ulama, maka akan bertambah ilmu ma’rifatnya. (Abu Laits Samarqandi Rah. A)
  3. Diantara keutamaan menziarahi ulama adalah sabda Rasulullah SAW., “Orang-orang yang belajar dan hilir mudik ke pintu orang ‘alim, Allah mencatat baginya setiap huruf dan setiap langkah sama dengan ibadah satu tahun, dibangunkan untuknya sebuah kota di Surga, bumi senantiasa memohon ampun baginya dan ia terbebas dari adzab Neraka”. (Abu Laits Samarqandi Rah. A)

Bergaul dengan ulama

  1. Tanda mencintai ulama adalah banyak bergaul dengan mereka. (HR. Bukhari, Muslim)
  2. Bersahabat dengan ulama, mengakibatkan dibangkitkan bersama mereka di akherat. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi)
  3. Barangsiapa mencintai ulama, berarti mencintai Rasulullah SAW. dan barangsiapa mencintai Rasulullah SAW., berarti mencintai Allah. (Abu Laits Samarqandi Ŕah. A)
  4. Dianjurkan agar mendekati ulama yang mengajarkan kepada empat perkara yaitu:
    1. Dari keragu-raguan kepada keyakinan,
    2. Dari takabur kepada tawadhu’ (rendah hati),
    3. Dari permusuhan kepada nasehat,
    4. Dari rakus dunia kepada zuhud. (Abu Laits Samarqandi Rah. A)
  5. Barangsiapa duduk bersama ulama, tetapi ia tidak bisa menghafal ilmu darinya Allah tetap akan memberinya tujuh kemuliaan, yaitu :
    1. Keutamaan orang belajar,
    2. Terhindar dari dosa, selama ia duduk di majelis itu,
    3. Diturunkan rahmat, ketika ia mengunjungi rumah ulama itu,
    4. Diturunkan berkah padanya, selama mendengarkan ulama itu,
    5. Para malaikat membentangkan sayap baginya, 
    6. Setiap langkahnya akan menaikkan satu derajat, menghilangkan satu dosa dan menambah kebaikan. (Abu Laits Samarqandi Rah. A)
  6. Hendaklah bersabar dalam bergaul dengan ulama. (QS. Al-Kahfi : 28)
  7. Dianjurkan agar meminta do’a istighfar dan nasehat dari ulama shalihin. (HR. Muslim)
  8. Umara’ pun hendaknya senantiasa mendekati ulama dan meminta do’a dan istighfar dari mereka. (HR. Muslim) * Seperti Umar bin Khattab Ra. Meminta do’a dan istighfar dari Uweis Al-Qarni.
  9. Hendaklah meminta kepada alim ulama sholeh agar nama kita disertakan dalam do’a-do’a mereka. (HR. Abu Dawud)
  10. Dianjurkan agar berlindung kepada Allah dari ‘abid yang jahil, dan ulama yang fajir (pendosa). (Abu Sufyan Ra.)

Berkhidmad dan menghormati ulama

  1. Wajib menghormati ulama. Barangsiapa tidak menghormati ulama, bukan umat Rasulullah SAW. (HR. Bukhari, Muslim)
  2. Sebaiknya jangan menduduki tempat yang biasa diduduki oleh ulama tanpa seizinnya. (HR. Muslim)
  3. Tanda penghormatan dan cinta kepada seseorang (ulama) adalah mentaati ajarannya. (QS. Ali Imran : 31)
  4. Dianjurkan agar sesering mungkin memberi makan kepada ulama sholeh dan bertaqwa. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
  5. Hendaknya mendahulukan mereka dalam pemberian. (HR. Bukhari, Muslim)
  6. Sunnah memberikan tempat di belakang imam kepada ulama ketika shalat berjemaah. (HR. Muslim)
  7. Hendaklah menahan diri ketika berbicara didepan ulama. (HR. Bukhari, Muslim)
  8. Hendaklah mendahulukan ulama dalam menerima jenazah di liang lahat. (HR. Bukhari, Muslim)

Tipe ulama

  1. Dianjurkan agar membedakan antara ulama dan bukan ulama dalam segi penghormatan. (QS. Az Zumar : 9)
  2. Disunnahkan agar lebih mendahulukan yang lebih pandai dalam Al-Qur’an. Jika sama, maka yang lebih paham mengenai sunnah Rasulullah SAW., Jika sama, maka yang lebih dahulu berhijrah. Jika sama, maka yang lebih tua usianya. (HR. Muslim)
  3. Hati-hatilah dan jauhilah ulama yang menjilat penguasa dan rakus terhadap dunia karena mereka adalah pengkhianat. (Abu Laits Samarqandi Rah. A)

Kepada guru

  1. Ada tiga pandangan yang bernilai ibadah, yaitu :
    1. Memandang muka orang alim,
    2. Memandang ka’bah,
    3. Memandang mushaf. (Abu Laits Samarqandi Rah. A)
  2. Penuntut ilmu disunnahkan untuk selalu mendo’akan para ulama dan gurunya. (Imam Ahmad bin Hambal Rah. A)
  3. Tiga hal yang menjadikan ilmu seseorang bermanfaat :
    1. Tawadhu’,
    2. Semangat belajar,
    3. Menjaga adab terhdap ulama. (Abu Nashr Samarqandi Rah. A)
  4. Ilmu itu mesti didatangi. (Ibnu Malik Ra.).  * Artinya kita mesti mendatangi guru, bukan kita yang mengundang guru untuk mengajar kita.
  5. Hendaknya sering duduk dengan ulama dan sholihin. Dan jangan sering duduk dengan remaja, anak kecil, orang bodoh, karena hal itu dapat menghilangkan kewibawaan. (Abu Nashr Samarqandi Rah. A)
  6. Empat hal yang dapat menambah kecerdasan akal, yaitu :
    1. Meninggalkan perkataan sia-sia,
    2. Bersiwak,
    3. Duduk dengan orang-orang sholeh,
    4. Duduk dengan para ulama. (Al-Ghazali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *