Bab Jual Beli & Adab-adabnya (3)

  1. Haram menimbun atau menyimpan barang, kemudian menjualnya disaat harga mahal. (Muslim, Ahmad, Ibnu Majah)
  2. Haram jual beli anjing dan kucing. (Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)
  3. Haram hasil dari pelacuran. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)
  4. Haram hasil dari menyanyi (artis) wanita. (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)
  5. Haram hasil dari perdukunan. (Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)
  6. Tidak boleh jual beli buah yang belum matang untuk dimakan. (Bukhari, Muslim, Nasa’I, Ibnu Majah)
  7. Tidak boleh orang kota menjual dagangannya untuk orang desa, apabila ada unsur penipuan didalamnya. Karena pandai, orang kota biasanya menipu orang desa yang tidak mengetahui. (Bukhari, Muslim, Nasa’I, Ibnu Majah

Jual beli yang dilarang

  1. Dilarang jual beli ‘tasriyah’ pada binatang. ‘Tasriyah’ adalah : menyetop binatang dari menyusui, sehingga air susunya mengumpul sehingga orang menyangka binatang tersebut bersusu banyak. (Bukhari, Muslim)
  2. Tidak boleh jual beli suatu makanan yang belum jelas takarannya. (Bukhari, Ahmad).
  3. Dilarang jual beli yang tidak jelas barangnya. Contohnya : “Saya akan beli apa-apa yang kamu dapat dari menyelam atau saya menjual anak kambing yang masih di dalam perut”. (Bukhari, Muslim, Nasa’i)
  4. Dilarang menjual secara persekot / uang muka. Yaitu jika pembeli batal, maka uang muka menjadi milik penjual. (Abu Dawud, Ibnu Majah)
  5. Diharamkan menipu dalam penjualan. (Muslim)
  6. Tidak boleh menjual barang yang tidak ada padanya. (Tirmidzi, Abu Dawud)
  7. Dilarang jual beli dengan memakai lemparan. Contohnya : “Lemparkan ke kiri pada pakaian didepan, mana yang kena aku jual Rp 1.000,-“ (Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)
  8. Dilarang jual beli barang yang masih berada dalam tawaran orang lain walaupun harganya lebih murah, kecuali seizin orang pertama. (Bukhari)
  9. Jangan menjual barang orang lain tanpa seizinnya. (Bukhari)
  10. Diharamkan riba’, pelakunya, pemberinya, saksinya, penulisnya, semuanya berdosa. (Al-Qur’an, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu majah)
  11. Tidak boleh mempekerjakan wanita, walaupun hamba sahaya kecuali pada tiga pekerjaan : (1) Membuat masakan, (2) Menenun atau menjahit, (3) Memintal. (Ahmad, Abu Dawud)
  12. Jangan mempekerjakan anak kecil. (Imam Malik)
  13. Dilarang jual beli Najasyi. Contohnya : A berjualan, kemudian ia menyuruh B berpura-pura membeli barangnya dengan memuji barang dagangannya. Sehingga orang lain tertarik untuk membelinya. (Ahmad)
  14. Tidak boleh hutang dengan jual beli. (Imam yang lima). Contohnya : A meminjamkan uang kepada B. Lalu A menjual barang ke B dengan harga yang dimahalkan. Jual beli seperti ini tidak boleh, karena A meminjamkan ke B dengan maksud agar B dapat membeli barangnya dengan harga mahal.
  15. Tidak boleh menerima upah dari membaca Al-Qur’an, tetapi boleh mengambil upah dari mengajarkan Al-Qur’an. (Ahmad)
  16. Tidak boleh mengambil upah dari adzan. (Bukhari)

Perburuhan

  1. Jangan menghambat upah buruh, berikan secepatnya begitu ia selesai bekerja. (Bukhari)
  2. Boleh membayar upah buruh dengan memakai aturan giliran kerja, seperti : shift pagi, shift siang, shift malam atau dengan sistem harian, mingguan, atau bulanan. (Bukhari)
  3. Boleh mengambil upah dari mengangkut barang. (Bukhari)
  4. Boleh mengambil buruh orang non muslim. (Bukhari)
  5. Boleh memberi upah bagi penaksir harga. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *