Abi Sa’id Al Khudri r.a. mengucapkan Selamat Kepada Para Penuntut Ilmu

HAYATUSH SHAHABAH – Tirmidzi mengeluarkan hadits dari Abi Harun r.a. ia berkata: Kami mendatangi Abu Sa’id al Khudri r.a. kemudian ia berkata, “Selamat datang dengan wasiat Rasulullah saw.. Sesungguhnya Beliau saw. bersabda, “Sungguh manusia akan datang kepada kalian dari penjuru dunia untuk belajar ilmu agama, dan apabila mereka datang maka berilah mereka kebaikan.”

Dan menurutnya lagi dari Abu Sa’id r.a.  secara marfu’ ia berkata, “Seseorang akan datang kepada kalian dari arah timur untuk belajar, bilamana mereka datang maka berilah wasiat kepadanya dengan kebaikan.”

Abu Harun berkata: Ketika Abu Sa’id melihat kami ia berkata, “Selamat datang dengan wasiat Rasulullah saw.

Ibnu Majah mengeluarkan hadits (hal. 37) dari Abu Sa’id dengan makna yang sama secara ringkas.

Hakim mengeluarkan hadits (1/88) dari jalan Abi Nadhrah dari Abu Sa’id secara ringkas dan Hakim berkata bahwa ini hadits Shahih.

Dzahabi menyepakatinya serta berkata, “Tidak ada illat di dalamnya.”

Ibnu Jarir dan Ibnu Asakir mengeluarkan hadits dengan cerita seperti yang pertama dari Tirmidzi dengan tambahan, “Dan ajarkanlah kepada mereka sesuatu yang Allah ajarkan pada kalian.”

Juga terdapat lafadz: “Akan datang kepada kalian orang-orang dari penjuru bumi, mereka menanyakan masalah agama kepada kalian, dan apabila mereka datang maka lapangkanlah segala urusan mereka dan berilah wasiat dengan kebaikan dan ajarilah mereka.”

Dan menurut Ibnu Asakir terdapat lafadz: “Maka ajarkanlah kepada mereka kemudian ucapkanlah, ‘selamat datang, selamat datang mari mendekatlah.” Al kanz (5/243).

Ibnu Najjar mengeluarkan hadits dari Abu Sa’id: Sesungguhnya telah datang kepadanya orang-orang muda dan ia berkata, “Selamat datang dengan wasiat Rasulullah saw..

Rasulullah saw. memerintahkan kami supaya kami meluaskan majelis untuk mereka dan mengajarkan hadits kepada mereka, sesungguhnya kalian adalah pengganti kami dan kalian adalah muhaddits setelah kematian kami.”

Dan di antara kata-katanya itu adalah: Apabila kamu tidak paham dengan sesuatu maka mintalah pemahaman kepadaku! Sesungguhnya kamu berdiri lalu pergi dan paham lebih aku senangi daripada kamu berdiri tapi tidak paham.”

Al Kanz (5/243)

Dikutip dari Kitab Hayatush Shahabah Jilid 3 hal. 276-276, Penerbit Pustaka Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *